Skip to main content

HokBen Drive Thru Banjarbaru, Pertama Di Kalimantan

Koper Praktis untuk Liburan singkat bersama anak-anak


Liburan bersama anak-anak

Sedang berencana liburan bersama anak? anak usia berapa yang akan diajak? atau, ada berapa anak yang akan diajak? mereka anak aktif atau anak anteng? tentu jawaban setiap keluarga akan berbeda-beda. Yang jelas sama adalah, semuanya ingin koper praktis untuk liburan bersama anak. berikut saya akan share cara menyusun koper praktis untuk liburan bersama anak

Menyusun Koper praktis untuk Liburan bersama Anak-anak:


1. Belilah koper besar

Dengan membawa anak yang jelas tidak bisa membantu membawa koper, lalu belum ada budget mengajak baby sitter. tentu ada butuh koper praktis. Ya, baiknya cukup satu koper saja untuk sekeluarga.

Keluarga kami dengan 3 anak (sejak si sulung berusia 7 tahun kami sudah sering traveling meski jarak dekat saja) biasanya kami membawa koper dengan ukuran 22" untuk perjalanan wisata kami. biasanya koper itu bisa memuat untuk keperluan perjalanan selama 3-4 hari atau maksimal seminggu. tentunya koper ini yang standard SNI ya. Kalau tidak sesuai standard takutnya jebol tidak kuat menampung banyaknya pakaian.

Baca juga: Tips Traveling di Jakarta di sela perjalanan dinas

2. Bawalah sebanyak mungkin (lebihkan 2 hari)

kumpulkan pakain sebanyak mungkin untuk dibawa dengan stok berlebih 2 hari. Karena perjalanan anak tidak bisa ditebak. Bisa saja selama traveling anak tiba-tiba muntah, ngompol, ketumpahan sesuatu lalu harus ganti baju. jadi jika perjalanan anda 3 hari maka bawalah stok baju untuk 5 hari.

3. Pilih Pakaian Tipis dan Ringan

Oke, memang banyak yang menyarankan agar koper muat, gunakan teknik dengan menggulung atau melipat baju sekecil mungkin. ada juga yang menyarankan menggunakan plastik vakum, tapi karena saya tidak punya, maka saya coba dengan cara melipat menggulung saja. Tapi yang perlu ditambahkan adalah, bukan hanya melipat menggulung saja tapi juga pilihlah baju berbahas tipis dan ringan. Ini akan membuat space di koper semakin lapang. Dengan catatan, ini tidak berlaku untuk tujuan wisata ke wilayah dingin seperti ke negara-negara luar yang memiliki musim salju. Untuk perjalanan dalam negeri apalagi di tempat tropis seperti Indonesia, pakaian tipis dan ringan tidak masalah dan bisa diterapkan, tidak perlu membawa pakaian berbahan terlalu tebal dan berat. Jika tujuan yang didatangi hanya dingin biasa seperti Malang dan Puncak, tentu tidak perlu membawa pakaian serba tebal. Cukup membawa satu jaket untuk dipasangkan ke semua pakaian (dilapis).

4. Susun sesuai pemilik

Jika semua pakaian sudah berkumpul di sisi koper, maka susun dalam koper sesuai pemilik baju tersebut. Pojok sini milik A, pojok sana milik si B. mencegah baju di acak-acak anak ketika mereka mencari baju atau saat kita buru-buru. Dengan mengorganisir begini, baju akan tetap rapi dan tidak sulit menemukannya bila sedang dibutuhkan. Begitu pula dengan posisi tas make up, toiletries, tas sepatu, mainan dsb. Kerapian menjadi salah satu kunci utama terwujudnya koper praktis.

Satu koper untuk sekeluarga

5. Printilan jadi satu

Namanya juga koper praktis, maka sebisa mungkin semua jadi satu. Bila sedang membawa diapers, mainan, obat-obatan, cemilan, dsb, sebisa mungkin kesemuanya masuk juga dalam satu koper. jaga posisi agar tidak rusak benda-benda kecil tersebut agar ketika di butuhkan tidak rusak kegencet. Jika membawa susu anak, itu saja yang dipisah agar bisa segera mengambil ketika butuh tidak usah buka koper. Yang jelas menjadi satu koper akan memudahkan kita membawa semuanya dalam sekali tenteng koper.

Baca juga: Tips traveling tanpa bagasi untuk muslimah

6. Koper yang nyaman

Semua yang kita bicarakan di atas tidak ada artinya jika koper yang kita gunakan tidak praktis. misalnya rodanya tidak nyaman, restleting rusak, pegangannya patah, atau kurang besar. Maka satu tas praktis tidak akan terwujud. jika anak-anaknya banyak maka gunakan size paling besar. Tentu saja membawa bayi dan toddler memang seperti mengajak pindah rumah, semua harus lengkap perkakasnya.

Nah itu tadi tips dari saya semoga bermanfaat buat kalian yang nanti akan melakukan perjalanan dengan membawa anak-anak.

Comments

  1. Pergi berlibur bersama anak-anak memang butuh persiapan yang matang ya, Mbak. Karena mereka harus merasa nyaman selama liburan dan tidak rewel.

    ReplyDelete
  2. Iya nih. Bahkan kita harus cek keadaan koper secara berkala. Biar gak panik kalo mendadak rusak pas di jalan

    ReplyDelete
  3. Aaahh aku tuh sbnrnya mau jalan lg sblm anakku masuk sekolah dan berencana beli koper yang agak besaran lg, krn koper yg kami punya gak muat lg buat berempat hehe. Apa daya kondisi kyk gini. Semoga pandemi lekas berakhir dan bisa geret koper lagi yaaa

    ReplyDelete
  4. koper mesti gede nih kalau misalnya liburan sama anak anak karena kebutuhan mereka pasti banyak. Sebelum berangkat kudu cek dan ricek apakah koper masih dalam keadaan layak supaya bisa diantisipasi kalau rusak di jalan sih ya

    ReplyDelete
  5. Aku jadi pengen beli koper baru, koper di rumah udah agak buluk, itu juga koper hadiah.. hadeuh.
    Terakhir liburan sih masih sendirian, jadi koper kecil pun masih muat,.
    Blm pernah honeymoon jauh sm suami, paling yg deket2 aja, jadi barang bawaaanypun blm banyak.
    Duuh kangen holiday...

    ReplyDelete
  6. Kapan koper-koper ini berangkat travelling lagi?
    Kangen yaah...
    Aku dari dulu membiasakan anak-anak packing sendiri kalau mau safar. Jadi mamak tinggal ngecek, uda oke atau belum...

    Semoga segera bisa travelling agaaiinn~

    ReplyDelete
  7. Wah.. ini ya kalau liburan sama anak bawaannya pasti banyak ya jadi butuh koper besar. Nggak kebayang repotnya ya. Jadi kudu dipilah2 dulu mana nih yg penting untuk dibawa.

    ReplyDelete
  8. Traveling bersama anak selalu ada aja tantangannya ya Moms, kalau perjalanan dekat saja mesti lengkap semua kebutuhan si kecil, apalagi perjalanan jauh dan sampai ke luar negeri dengan tujuan wisata yang tidak sedikit. Salut deh buat Moms yang sering traveling bareng baby

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Keluarga Kebun Teh Wonosari, Arjuna Geopark

  Wisata Keluarga Ramah Anak, Kebun Teh Wonosari Lawang - Jawa Timur     Beberapa bulan lalu, alhamdulillah keluarga kami dapat rezeki lagi untuk bertandang ke Jawa timur dalam rangka wisuda untuk menyelesaikan studi saya di kampus ITS, Surabaya. Untuk menghemat budget, kami ke Surabaya dengan menggunakan kapal laut karena kami membawa serta mobil kami untuk traveling, daripada harus rental mobil.

Wisata keluarga ke Danau Seran - Banjarbaru

Danau seran (dokpri) Danau Kecil di wilayah perkotaan Banjarbaru Assalamualaikum, Saya akan mengulas tentang objek wisata Danau Seran di Banjarbaru yang sebenarnya baru terkenal beberapa tahun terakhir karena terbilang masih baru. Namun, karena objek wisata disini tidak terlalu banyak, maka bila ada objek wisata baru segera viral di kalangan masyarakat dan beramai-ramai mengunjunginya, apalagi danau seran ini lokasinya strategis sekali. Aku pun cukup senang karena kota administratif ini ternyata punya danau yang lumayan menarik, yeay.. Nah, untuk lebih jelasnya, mari simak hasil perjalanan singkat saya dan keluarga saya kesana Lokasi Danau seran-Jalanpiknik Lokasinya cukup strategis, bisa di lihat di maps bahwa lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Tidak jauh juga dari bandara Syamsudin noor. Dan tidak sulit menemukannya karena danau ini bisa dimasuki dari beberapa titik pintu masuk Pertama-tama tentu saja kita harus tau lokasinya, bisa diliat di map yang...

Forum Sineas Banua, Edukasi Perfilman Untuk Banua

           Forum Sineas Banua (FSB)           Dulunya saya pikir, film itu bagi warga Kalimantan Selatan hanyalah untuk dinikmati saja, tak perlu dibahas secara serius karena toh tidak ada lawan diskusi yang mumpuni soal ini. Dulunya saya berpikir, Film hanyalah karya anak-anak di kota besar yang biasanya kita sebut kota-kota di Pulau Jawa dimana industri perfilman lebih maju dan banyak anak-anak mudanya yang berkuliah di bidang perfilman. Di Kalimantan Selatan sendiri, ada beberapa sekolah yang membuka jurusan perfilman, tapi mungkin belum semaju yang di Pulau Jawa. Se-underestimate itu saya pada dunia perfilman di Kalimantan selatan dulunya, provinsi dimana kami menyebut tanah ini sebagai Tanah Banua.